Image


Situs Resmi
Kelurahan Saramom

Image

Kepala Kelurahan
ANTHON A. AMSAMSYUM, S.AN

Kepala Kelurahan Saramom beserta Staf mengucapkan "Selamat Merayakan Natal 2021 dan Selamat memasuki Tahun Baru 2022" Tuhan Yesus Kristus Memberkati kita semua.

Sejarah Kelurahan Saramom


Sejarah Kelurahan Saramom

Istilah kata “ Saramom” berasal dari Bahasa Biak yang terdiri dari 2 (dua) suku yaitu : SARA dan MOM. SARA dalam bahasa biak berarti sejenis ukiran kayu yang diolah atau diukir dan dibentuk sebagai souvenir untuk menghiasi ujung muka perahu dengan simbol - simbol tertentu sesuai dengan status sosial pemilik muka perahu (simbol status marga/klen/suku), sedangkan arti kata MOM dalam bahasa biak berarti ampas yang diserahkan dari proses pembuatan SARA. Dengan demikian dapat disimpulkan makna adat dari kata “ SARAMOM” adalah proses pengelohan yang lebih menonjol hasil SARA (simbol/status sosial dari lingkungan/ampas baik fisik maupun non fisik. Simbol status sosial yang dimaksud adalah yang berkaitan dengan status yang disandang 3 (tiga) marga/klen yang pertama kali mendiami kelurahan saramom, yaitu :

        1. Marga Kbarek ( Kin Mom)

        2.Marya Yawan (Baryasba)

        3. Marga Randongkir (Sasuf)

Ketiga klen tersebut secara adat disebut sebagai Marga KBS (Kinmom, Baryasba, Sasuf). Sampai saat ini mereka hidup menabur dengan suku - suku lainnya sehingga tidak lagi disebut Homogen, sebutan lain dari Kelurahan Saramom adalah Kampung Bouw, nama ini diberikan oleh Pemerintah Belanda sejak Tahun 1956 dengan membangun pemukiman baru sebagai kompensasi atas kepindahan 3 (tiga) marga tersebut dari kampung lama (sekarang Kompleks TNI AL Biak) ± 300 meter sebelah barat Kelurahan Saramom.

Pemerintahan Kelurahan Saramom

Dinamika administrasi Pemerintah Kelurahan Saramom bermula dari pembentukan Pemerintahan Kampung Saramom yang terbentuk sejak 1972 – 1979 dan bukan merupakan pemekaran tetapi terbentuk berdasarkan faktor geneologi yang lebih melihat pada aspek kultural, dengan Kepala Kampung pertama Bapak Christian Yawan ( Putra asli Kampung Saramom), kemudian dari berbagai perkembangan yang didukung oleh pertimbangan objektif, maka sejak tahun 1980 Kampung Saramom berubah status menjadi Kelurahan Saramom sampai sekarang. Berikut nama - nama Kepala Kelurahan Saramom :

Tabel. 2.1

Nama Kepala Kelurahan Saramom

No.

Nama

Masa Periode

(1)

(2)

(3)

1

Christian Yawan

1972 – 1989

2

Mathius Mansawan

1989 – 1993

3

Ronny Theo Ayorbaba, AP

1993 – 1996

4

Colombus Wader

1996 – 2000

5

Drs. Andris Wakum

2001 – 2004

6

Andris Mansbawar, S.Soa

2004 – 2007

7

Slamet Djuniarto Samuel, S.STP

2008 – Maret 2015

8

Anthon .A Amsamsyum, S.AN

Agutus 2015 - Sekarang